Gerrard: Sebuah Kesalahan Kembali Untuk Inggris

Sebuah peryataan juga datang dari mantan pemain Inggris Steven Gerrad dimana persoalan dari kegagalan tim Inggris pada Piala Eropa 2016 kali ini dimana menurutnya Ingggris telah melakukan kesalahan yang sama dan terus terulang . Steven Gerrard juga merasakan hal yang sana dimana ia juga merasakan kegagalan pada kompetisi besar lainnya , Ia sudah mengikuti Piala Eropa tahun 2000 dan juga tahun 2004 dan kemudian Piala Dunia 2006, Piala Dunia 2010 , dan tahun 2012 Piala Eropa dan terakhir pada tahun 2014 menjadi kapten dalam Piala Dunia dan semua kompetisi besar tersebut selalu saja sama berujung pada kegagalan .

Dan sebuah kesalahan yang sama mesti terjadi kembali dimana pada kompetisi pada Piala Eropa 2016 ini , Inggris harus angkat koper terlebih dahulu setelah harus mengakui keunggulan tim yang masih baru dalam mengikuti ajang ini , Isalandia dan skor harus berakhir dengan keunggulan Islandia denngan 1-2 dimana pemain Inggris di nilai adalah yang terburuk dalam pertandingan Piala Eropa kali ini. “ kami sudah harus kalah dengan sangat buruk sekali dimana didalamnya ada banyak keputusan yang juga buruk ditambah ketidakmampuan dalam membuat strategi strategi yang di perlukan ketika dalam situasi yang genting dan kami terus mengulang kesalahan yang sama “Steven Gerrard

Ya , kalau sudah kalah dan juga menang sudah pasti akan banyak komentatornya , akan tetapi memang benar Inggris yang dimana mengaku bahwa Sepak bola dunia yang sekarang ada adalah berasal dari negaranya dan ketik dimana sepak bola dari negeri tersebut berasal , namun tidak bisa berbuat banyak dalam sebuab kompetisi besar dan sejak lama sudah tidak ada lagi juara untuk Inggris dan harus berakhir menyedihkan karena tidak bisa berjalan sejauh mungkin dan selalu harus tersingkir lebih awal.

Yang ada pada pemain Inggris adalah ketika tertinggal langsung frustasi dan juga panik dan semuanya seperti kehilangan mental seorang pemain dan jadi tidak tahu harus berbuat apa di tambah pelatih yang juga bermental sama tidak bisa menyakinkan dan membangun s emangat juang kepada para pemainnya sehingga pemain menjadi serba salah dan tidak tahu harus berbuat apa dengan bola yang di kuasainya . (HL)
 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*